Rabu, 30 Mei 2018

Hasil Wawancara PAUD Kasih Ibu


Hasil wawancara PAUD Kasih Ibu
Pertanyaan : Rentang umur siswa-siswi di paud kasih ibu kira-kira berapa ya? Dan jumlah muridnya berapa?
Jawaban : Rentang usia 3 sampai 6 tahun dan jumlah murid di PAUD Kasih Ibu ada 25 murid
Pertanyaan : pembelajaran disini diseragamkan ya? Misalnya umur 3 sampai 6 tahun sama semuanya?
Jawaban : pembelajarannya disesuaikan dengan kategori usia. Misalnya dari kurrikulum itu 3 sampai 4 tahun dimasukan pada kategori kelas yang playgroup kalo yang 5 sampai 6 itu di kategori untuk kelas persiapan masuk SD atau TK B kalau untuk Tk sejenisnya.
Pertanyaan : Bagaimana kurikulum yang dipakai pada PAUD Kasih Ibu?
Jawaban : Kita memakai kurikulum 2013 yang kita modifikasi. Kalo untuk yang Kelas A ini kita sesuaikan terhadap kemampuannya.Kita bedakan kegiatan-kegiatannya pada kelas persiapan masuk SD/TK B. Tema kita buat sama, tetapi kegiatan anaknya kita bedakan. Kurikulumnya kita buat sendiri juga mencari referensi dari luar dan kita kembangkan.
Pertanyaan : Pembelajaran di PAUD Kasih Ibu memakai metode apa?
Jawaban : Kita memakai metode sentra yang sesuai dengan Kurrikulum 2013 yaitu terdapat 6 sentra dan ada 6 penilaian juga yaitu fisik-motorik, bahasa, norma, agama, kognitif dan seni. Aspek Itu semua sehari harus tercapai sebenernya dalam pembelajarannya.
Pertanyaan : Bagaimana guru PAUD Kasih Ibu menstimulus tahapan bahasa anak khususnya untuk mendorong anak untuk berbicara?
Jawaban : Kita menstimulasi anak untuk berbicara dengan cara mengajak anak untuk bercerita. Misal “Ayo anak2 kemarin kita sudah libur.  Kemana nih liburan?” Disitu nanti anak akan bercerita. Kita menstimulus anak agar berbicara apa yang dialami
Pertanyaan : Bagaimana guru PAUD Kasih Ibu menstimulus tahapan bahasa anak khususnya untuk mendorong anak untuk mengenal huruf?
Jawaban : Kita kenalkan melalui gambar. Misal ada gambar Apel dan depan hurufnya A. Jadi anak mengetahui benda-benda sekitar yang huruf depannya A
Pertanyaan : Bagaimana guru PAUD Kasih Ibu menstimulus tahapan bahasa anak khususnya untuk melatih motorik anak agar anak mampu memegang alat tulis dengan benar?
Jawaban : Kita memberi latihan kepada anak motorik halus seperti melipat, menggunting, meronce, meremas. Dengan begitu, motorik halus anak akan terus diasah dan anak bisa pelan-pelan memegang alat tulis dengan benar.
.Pertanyaan : : Bagaimana guru PAUD Kasih Ibu menstimulus tahapan bahasa anak khususnya untuk mendorong anak dalam tahapan menulis?
Jawaban : Ketika anak sudah berlatih menggunakan alat tulis dengan benar. Kita latih kembali anak misal menggunakan crayon apakah anak bisa menarik garis lurus, melengkung dan garia silang. Kita beri stimulus
Pertanyaan : Media apa yang dipakai untuk menstimulus tahapan membaca anak?
Jawaban :Kita menggunakan buku cerita. Itu bisa kita gunakan apabila sesuai tema. Kita berusaha ada timbal-balik respon antara guru dan anak. Tapi kalau untuk usia 3-4 Tahun anak masih malu kurang berani untuk menyampaikan. Gak mungkin anak usia 3-4 tahun kita ajarkan membaca Ya tidak apa-apa kita hanya pengenalan buku aja kepada anak usia 3-4 tahun.
Pertanyaan : Bagaimana pengaturan ruang kelas pada PAUD Kasih Ibu?
Jawaban : Ruang kelas kita gabung pada kegiatan pembukaan/circle time. Kemudian ketika masuk kegiatan inti, kita beri sekat agar menjadi 2 ruangan untuk kelas TK A dan TK B
Pertanyaan : satu kelas di pegang berapa guru?
Jawaban : Satu kelas masing-masing ada 2 guru
Pertanyaan: waktu belajar nya sama saja dengan kelas A dan kelas B?
Berarti disini menggunakan media yang mendukung bahasa anak?
Apakah media nya selalu berganti atau tetap itu saja medianya?
Pertanyaan: kalo kegiatan di luar pembelajaran seperti eskul? Kayak misalnya terdapat eskul melukis
Jawaban : Kita gak ada ekskul. Kalau orangtua ingin anaknya mengikuti ekskul kita arahkan agar orangtua membawa sendiri ke luar kita sudah ada sarananya ke RPETRA  (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak)
Pertanyaan: Kalo misalnya ada permintaan ada orang tua yang meminta les baca tulis bagaimana tanggapan gru PAUD Kasih Ibu?
Jawaban: Pasti Ada. Dari sekolah tidak mengadakan. Karena kan tidak diperbolehkan dari Pemerintah. Anak tidak dipaksakan untuk bisa calistung karna nantinya anak bisa sendiri. Kita hanya menstimulus aja. Kita hanya menilai anak dalam perkembangan menulis dan membacanya udah sampai tahapan mana.
Pertanyaan: Dalam pembelajaran masih menggunakan Lembar Kerja?
Jawaban: Kalau kolase kita pake LK, atau anak kita kasih kertas kosong agar berkembang motorik halusnya. Biarkan anak mencoret-coret sesuai dengan imajinasinya.
Pertanyaan: Setiap LK pasti setiap anak menulis namannya, apakah diajarkan atau dituliskan?
Jawaban : Rata-rata anak sudah bisa menulis namanya sendiri. Kita kerjasama dengan orangtua agar orangtua mengajarkannya dirumah minimal mengajarkan menuliS namanya sendiri.
Pertanyaan: Kerjasama apa saja anatar sekolah dengan orang tua?\
Jawaban: Kita kerjasama dengan BKB dengan entang waktu sesuai kebutuhan tujuannya mendidik orangua agar ia mengetahui apa saja yang diperlukan anak. Misal pendidikan anak, kesehatan anak, program pola asuh yang baik, dll.
Pertanyaan: Bagaimana cara assesmen bahasa untuk anak usia dini?
Jawaban: Kita masukkan 6 aspek perkembangan anak. Kita berikan stimulus-dan-respon misalnya melalui video. Anak mendengar penjelasan dari guru, kemudian anak diharapkan mampu mereview. Dari situ kan kita bisa melihat komponen bahasa menyimak anak sudah sejauh mana. Kita masih memakai asesmen dengan format BB, MB, BSH, BSB
Pertanyaan: Adakah anak yang dalam tahap membacanya sudah lancar?
Jawaban : Kalau untuk lancar belum. Karena kan mengajarkan membaca pada anak usia dini tidak wajib. Walau banyak orangtua yang menginginkan anaknya bisa membaca
Pertanyaan: Saat mengisi assesmen, apakah mengisi nya langsung atau sesudah pengajaran?
Jawaban : Kita bagi-bagi tugas dengan rekan kerja. Kalau saya yang mengajar anak, guru satunya menilai mengasesmen anak. Begitu sebaliknya
Pertanyaan: Apakah 4 konten bahasa dilihat juga?
Jawaban: Iya, kita perhatikan fokus anak. Ketika anak menyimak, berbicara, membaca, dan menulis
Adakah pembayaran SPP?
Jawaban: Ada, 30ribu/bulan

Minggu, 20 Mei 2018

Komponen Bahasa Anak Usia Dini



Perkembangan Bahasa Anak Menurut Komponen-Komponennya :

Komponen Pemerolehan Bahasa Anak dan Ciri Tingkah Lakunya (Levin G, 1983)
KOMPONEN BAHASA
CIRI TINGKAH LAKU BAHASA ANAK

1. Fonologi (sistem bunyi)
Keutuhan dalam bersuara

2. Sintaksis (sistem gramatikal)
Memproduksi suara

3. Semantik (sistem makna)
Keutuhan dalam memberikan makna

4. Pragmatik (sistem interaksi sosial)
Penerapan ucapan dalam kehidupan sosial secara utuh


Komponen Bahasa (Gleason dalam Suntrock 2007:353)
Bahasa ditata dan diorganisasikan dengan sangat baik. Organisasi tersebut melibatkan system aturan : fonologi, morfologi, sintaksis, semantik,dan pragmatik.
Fonologi
Fonologi merupakan aspek bahasa berkenaan dengan struktur, distribusi. Fonologi setiap bahasa dibentuk dari suara-suara dasar. Fonologi adalah system suara dari sistem bahasa, termasuk suara-suara yang digunakan dan bagaimana suara-suara tersebut dikombinasikan. Perkembangan fonologi melalui proses yang panjang dari dekode bahasa. Sebagian besar konstruksi morfologi anak akan tergantung pada kemampuannya menerima dan memproduksi unit fonologi. Selama usia prasekolah, anak tidak hanya menerima inventaris fonetik dan sistem fonologi tapi juga mengembangkan kemampuan menentukan bunyi mana yang dipakai untuk membedakan makna. Pemerolehan fonologi berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. Bahkan dalam babbling, anak menggunakan konsonan-vokal (KV) atau konsonan-vokal-konsonan (KVK). Proses lainnya berkaitan dengan asimilasi dan substitusi sampai pada persepsi dan produksi suara.

     2.   Morfologi
Morfologi Berkenaan dengan organisasi “kata” secara internal. Mengacu pada unit-unit makna yang membentuk formasi kata. Morfologi merupakan unit terkecil yang masih memiliki makna yang berupa kata (atau bagian kata) yang tidak dapat dipecah lagi menjadi bagian bermakna yang lebih kecil. Beberapa kata terdiri dari sebuah morfem tunggal. morfem adalah sebuah kata atau bagian dari sebuah kata yang tidak dapat dipecah menjadi bagian yang lebih kecil yang mempunyai makna. Pada dasarya morfem terdiri dari 2 jenis :
1. Bebas (free) : Independen dan dapat berdiri sendiri
2. Terikat (bound) : Tanda gramatikal yang tidak dapat berfungsi secara bebas
Periode perkembangan ditandai dengan peningkatan panjang ucapan rata-rata yang diukur dalam morfem. Panjang rata-rata ucapan, mean length of utterance (MLU) adalah alat prediksi kompleksitas bahasa pada anak yang berbahasa Inggris. MLU sangat erat berhubungan dengan usia dan merupakan prediktor yang baik untuk perkembangan bahasa. Dari usia 18 bulan sampai 5 tahun MLU meningkat kira-kira 1,2 morfem per tahun. Penguasaan morfem mulai terjadi saat anak mulai merangkai kata sekitar usia 2 tahun. Beberapa sumber yang membahas tentang morfem dalam kaitannya dengan morfologi semuanya merupakan Bahasa Inggris yang sangat berbeda dengan Bahasa Indonesia.
Sintaksis
Aturan untuk urutan kata. Organisasi kalimat dan hubungan antar kata, dan elemen kalimat (S-P-O-K). Tiap elemen bisa berupa frasa, meliputi bagaimana kata-kata dikombinasikan sehingga membentuk frasa-frasa dan kalimat-kalimat yang dapat di mengerti. Seiring dengan perkembangan dalam berbahasa, anak mulai melibatkan komponen fonologi maupun morfologi lebih banyak dalam mengucapkan kalimat tiga atau empat kata. Sintaksis (tata bahasa). Walaupun anak belum mempelajari tata bahasa, akan tetapi melalui contoh-contoh berbahasa yang didengar dan dilihat anak dilingkungannya, anak telah dapat menggunakan bahasa lisan dengan susunan kalimat yang baik. Susunan sintaksis paling awal terlihat pada usia kira-kira 18 bulan walaupun pada beberapa anak terlihat pada usia 1 tahun bahkan lebih dari 2 tahun. Awalnya berupa kalimat dua kata. Rangkaian dua kata, berbeda dengan masa “kalimat satu kata” sebelumnya yang disebut masa holofrastis. Kalimat satu kata bisa ditafsirkn dengan mempertimbangkan konteks penggunaannya. Hanya mempertimbangkan arti kata semata-mata tidaklah mungkin kita menangkap makna dari kalimat satu kata tersebut. Peralihan dari kalimat satu kata menjadi kalimat yang merupakan rangkaian kata terjadi secara bertahap. Pada waktu kalimat pertama terbentuk yaitu penggabugan dua kata menjadi kalimat, rangkaian kata tersebut berada pada jalinan intonasi. Jika kalimat dua kata memberi makna lebih dari satu maka anak membedakannya dengan menggunakan pola intonasi yang berbeda. Perkembangan pemerolehan sintaksis meningkat pesat pada waktu anak menjalani usia 2 tahun dan mencapai puncaknya pada akhir usia 2 tahun.
Semantik
Sistem aturan tentang mkna atau isi kata. Berkaitan dengan kemampuan anak membedakan berbagai arti kata. Perkembangan semantik bermula saat anak berusia 9-12 bulan, yaitu ketika anak menggunakan kata benda, kata kerja, dan sering dengan perkembangannya anak menggunakan kata sifat maupun kata keterangan. Semantik maksudnya penggunakan kata sesuai dengan tujuannya.Anak ditaman kanak-kanak sudah dapat mengekspresikan keinginan, penolakan, dan pendapatnya dengan menggunakan kata-kata dan kalimat yang tepat. Karena faktor lingkungan sangat berperan dalam perkembangan semantik, maka pada umur 6-9 bulan anak telah mengenal orang atau benda yang berada di sekitarnya. Leksikal dan pemerolehan konsep berkembang pesat pada masa prasekolah. Terdapat indikasi bahwa anak dengan kosa kata lebih banyak akan lebih popular di kalangan teman-temannya. Diperkirakan terjadi penambahan lima kata perhari di usia 1,5 sampai 6 tahun. Pemahaman kata bertambah tanpa pengajaran langsung orang dewasa. Terjadi strategi pemetaan yang cepat diusia ini sehingga anak dapat menghubungkan suatu kata dengan rujukannya. Pemetaan yang cepat adalah langkah awal dalam proses pemerolehan leksikal. Selanjutnya secara bertahap anak akan mengartikan lagi informasi-informasi baru yang diterima. Definisi kata benda anak usia pra sekolah meliputi properti fisik seperti bentuk, ukuran dan warna, properti fungsi, properti pemakaian, dan lokasi. Definisi kata kerja anak prasekolah juga berbeda dari kata kerja orang dewasa atau anak yang lebih besar. Anak prasekolah dapat menjelaskan siapa, apa, kapan, di mana, untuk apa, untuk siapa, dengan apa, tapi biasanya mereka belum memahami pertanyaan bagaimana dan mengapa atau menjelaskan proses. Anak akan mengembangkan kosa katanya melalui cerita yang dibacakan orang tuanya. Begitu kosa kata berkembang, kebutuhan untuk mengorganisasikan kosa kata akan lebih meningkat dan beberapa jaringan semantik atau antar relasi akan terbentuk.
Pragmatik
Merupakan sistem terakhir dari aturan bahasa, pragmatik yakni penggunaan bahasa yang tepat dalam konteks-konteks yang berbeda. Sejak anak sudah melibatkan komponen pragmatik agar keinginannya tercapai. Ada beragam aturan dalam menggunakan bahasa yang tepat disituasi yang berbeda. Seseorang dapat dikatakan memiliki kompetensi berkomunikasi ketika ia telah memahami penggunaan bahasa tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Perkembangan komunikasi anak sesungguhnya sudah dimulai sejak dini, pertama-tama dari tangisannya bila bayi merasa tidak nyaman, misalnya karena lapar, popok basah. Dari sini bayi akan belajar bahwa ia akan mendapat perhatian ibunya atau orang lain saat ia menangis sehingga kemudian bayi akan menangis bila meminta orang dewasa melakukan sesuatu buatnya.
-Pada usia 3 minggu, bayi tersenyum saat ada rangsangan dari luar, misalnya wajah seseorang, tatapan mata, suara, dan gelitikan. Ini disebut senyum sosial.
-Pada usia 12 minggu, mulai dengan pola dialog sederhana berupa suara balasan bila ibunya memberi tanggapan.
-Pada usia 2 bulan, bayi mulai menanggapi ajakan komunikasi ibunya.
-Pada usia 5 bulan, bayi mulai meniru gerak gerik orang, mempelajari bentuk ekspresi wajah. -Pada usia 6 bulan, bayi mulai tertarik dengan benda-benda sehinga komunikasi menjadi komunikasi ibu, bayi, dan benda-benda.
-Pada usia 7-12 bulan, anak menunjuk sesuatu untuk menyatakan keinginannya. Gerak-gerik ini akan berkembang disertai dengan bunyi-bunyi tertentu yang mulai konsisten. Pada masa ini sampai sekitar 18 bulan, peran gerak-gerik lebih menonjol dengan penggunaan satu suku kata. -Pada usia 2 tahun,  anak kemudian memasuki tahap sintaksis dengan mampu merangkai kalimat dua kata, bereaksi terhadap pasangan bicaranya dan masuk dalam dialog singkat. Anak mulai memperkenalkan atau merubah topik dan mulai belajar memelihara alur percakapan dan menangkap persepsi pendengar. Perilaku ibu yang fasilitatif akan membantu anaknya dalam memperkenalkan topik baru.
-Lewat umur 3 tahun, anak mulai berdialog lebih lama sampai beberapa kali giliran. Lewat umur ini, anak mulai mampu mempertahankan topik yang selanjutnya mulai membuat topik baru. Hampir 50 persen anak 5 tahun dapat mempertahankan topik melalui 12 kali giliran. Sekitar 36 bulan, terjadi peningkatan dalam keaktifan berbicara dan anak memperoleh kesadaran sosial dalam percakapan.
Ucapan yang ditujukan pada pasangan bicara menjadi jelas, tersusun baik dan teradaptasi baik untuk pendengar. Sebagian besar pasangan berkomunikasi anak adalah orang dewasa, biasanya orang tua. Saat anak mulai membangun jaringan sosial yang melibatkan orang diluar keluarga, mereka akan memodifikasi pemahaman diri dan bayangan diri serta menjadi lebih sadar akan standar sosial. Lingkungan linguistik memiliki pengaruh bermakna pada proses belajar berbahasa. Ibu memegang kontrol dalam membangun dan mempertahankan dialog yang benar. Ini berlangsung sepanjang usia pra sekolah. Anak berada pada fase mono dialog, percakapan sendiri dengan kemauan untuk melibatkan orang lain. Monolog kaya akan lagu, suara, kata-kata tak bermakna, fantasi verbal dan ekspresi perasaan.

Sumber :
E Zubaidah. 2014. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. Di akses dari NelitiPDFhttps://media.neliti.com › publications pada 18 Maret 2018
Pujaningsih. 2010. Konsep dan Komponen. Di akses dari PDFstaff.uny.ac.id › files › komponen bahasa pada 18 Maret 2018
Pujaningsih. 2010. Perkembangan Bahasa dan Gangguan Bahasa Pada Anak Berkebutuhan. Di akses dari https://journal.uny.ac.id › article › view pada 18 Maret 2018
yayangy08. 2010. Perkembangan Bahasa Pada Anak di akses dari http://yayangy08.student.ipb.ac.id/2010/06/18/perkembangan-bahasa-pada-anak

Kamis, 10 Mei 2018

Sepotong Episode Membekas Bersama Muridku


[Sepotong Episode Membekas Bersama Muridku]
Halo Sobat! Kali ini saya akan menceritakan 1 episode perasaan bahagia saya selama menjadi guru TK dengan murid saya yang bernama Pusputa😊
.
.
Puspita, adalah salah satu murid di TK Keliling KSPA UNJ Rawamangun. Sejak awal saya menjadi guru di TK ini, ananda Puspita merupakan murid yang jago untuk mencuri perhatian saya sebagai gurunya. Ia suka merasa cemburu apabila saya sedang berbincang kepada temannya. Ia pernah berkata kepada saya, "Ibu, aku mau nya sama ibu aja. Ibu ajarin aku ya sini. Pokoknya ibu yang ngajarin aku." Ternyata, ini merupakan salah satu bentuk perkembangan Sosial-Emosional anak yaitu anak merasa seperti gurunya akan direbut oleh temannya, sehingga timbul rasa kecemburuan.
.
Puspita juga merupakan murid yang sering sekali memanggil saya ketika dijalan melihat saya. Walau saya, tidak melihat dia. "Ibu kemarin aku kan ngeliat ibu di depan masjid.. terus aku panggil-panggil, tapi ibu gak denger.. Ibu jalannya cepet banget kemarin." "Ibu kemarin aku liat ibu lagi pake baju ijo, terus ibu gak ngeliat aku😭" Ya Allah ketika saya mengetahui murid saya mempunyai sifat terpuji yang selalu menegur orang yang ia kenal ketika bertemu dijalan betapa senangnya saya❤ Ternyata benar, perasaan bahagia guru TK sangat gampang tercipta dengan hal-hal kecil yang diciptakan oleh murid itu sendiri. Guru TK menurut saya sosok yang berperan sangat penting untuk membentuk kepribadian anak. Pasalnya, usia anak usia dini merupakan usia dimana pembentukan karakter anak perlu di stimulus dengan baik agar kelak anak menjadi pribadi yang baik pula. Guru TK merupakan stimulator kedua setelah orangtua. Karena tidak sedikit orang tua yang tidak paham akan pentingnya perkembangan anak. Maka dari itu, Guru TK lah yang menjadi alternatif lain agar anak tetap mendapatkan stimulus yang baik dan benar.
.
Pada suatu hari, saya mendapatkan tugas mata kuliah Bahasa AUD 1. Tugasnya adalah saya harus mengobservasi anak-anak TK mengenai perkembangan bahasa anak. Ketika saya menjadi guru TK, saya banyak mendapatkan keuntungan salah satunya saya bisa terjun langsung di TK itu dan mengobservasi langsung anak-anak TK yang saya ajarkan sendiri, saya jadi paham teori-teori yang selama kuliah saya dapatkan. Saya belajar menganalisis, dan menerapkan ilmu-ilmu di Paud yang saya dapatkan. Contohnya : Ketika saya mengobservasi mengenai tahapan perkembangan bahasa anak, saya langsung mendapatkan informasi secara gamblang dan mengetahui tahapan bahasa salah satu anak secara detail hanya lewat gambar. Puspita menghampiri saya, ia ingin menggambarkan sesuatu untuk saya. Ia menghampiri saya dan berkata, "Ibu pinjem bukunya dong aku mau gambar sesuatu buat ibu. Nih aku ceritanya gambar temen2 lagi belajar terus lagi diajarin deh sama Ibu Yulita." Ketika saya melihat gambar, saya sudah langsung tahu bahwa Puspita sedang berada dalam tahap menulis (Letter-Name Writting or Phonetic Writing)
Pada tahap ini, anak mulai menggambar dan menulis tulisan nama dan bunyi secara bersamaan. Permulaan tahap ini sering digambarkan sebagai menulis tulisan nama karena anak-anak menulis tulisan nama dan bunyi secara bersamaan. Misalnya mereka menulis ”kamu” dengan tulisan ”u”. Anak senang menuliskan nama pendek panggilan mereka sendiri melalui contoh yang mereka lihat dengan huruf-huruf besar atau kecil. Mereka mulai menghadirkan berbagai kata dengan suatu bentuk grafik yang secara refleks menunjukkan tentang apa yang didengar. Dalam contoh ini, dengan mudah melihat anak-anak mengungkapkan kata saya dengan ”y” atau kata keluarga dengan ’ga’.

Semakin berkembangnya penguasaan kosa kata anak serta kemampuannya dalam berkomunikasi dengan orang lain, akan memiliki dampak terhadap perkembangan fungsi kognitifnya. Kemampuan mengkomunikasikan sesuatu seperti nama benda, orang atau binatang dengan menggunakan kosa kata yang banyak dan teratur akan mencerminkan kemampuan berpikir anak tentang hal tersebut.

Inilah sekejap cerita kebahagiaan saya menjadi guru TK. Masih banyak sekali cerita-cerita menarik yang belum saya share disini. Jadi, Terimakasih @kspaunj sudah mendirikan TK ini karna dgn adanya TK ini saya bisa mengasah keilmuan saya di bidang ke PAUD-an. Ingin memiliki kisah bahagia bersama murid2 TK? Daftar yuk menjadi pengajar di TK ini! 😊 Kepoin saya Instagram nya di @kspaunj. Kalian akan mendapat pengalaman yang sangat luar biasa asik, mengasah kesabaran kita, belajar menjadi ibu ðŸ˜Š
#Pedulipendidikanaud
#tkkelilingkspaunj