Jangan Takut Redup; Sebab Kita Punya Cahaya
Yulita Kusuma Dewi, sebuah nama yang diberikan oleh
orangtua saya kurang lebih 20 tahun yang lalu. Saya sempat bertanya tentang
arti dari nama saya sendiri. Lalu orangtua saya memberitahu bahwa Yulita, ialah
putrinya yang lahir pada bulan Juli, Kusuma, yang memiliki arti bunga bangsa,
dan Dewi yang memiliki makna perempuan yang cantik. Jadi, dapat disimpulkan
arti dari nama Yulita Kusuma Dewi adalah seorang perempuan cantik yang lahir
pada bulan juli dan kelak akan mengharumkan bangsa. Luar biasa doa yang
dititipkan kedua orangtua saya lewat nama ini. Saya lahir di RSUD Marinir
Cilandak, tepatnya pada hari Jumat, 11 Juli 1997 dari Rahim seorang ibu yang
hangat nan lembut. Sejak lahir, saya tumbuh dan berkembang di daerah yang berada
di pinggiran kota Jakarta, Kota Bekasi namanya. Saya merupakan anak bungsu yang
dibesarkan oleh keluarga yang sederhana. Ya, saya anak ke-3 dari 3 bersaudara.
Bapak saya yang sudah memasuki masa pensiunnya di sebuah
perusahaan Swasta, kini
masih memiliki semangat untuk terus
menafkahi ke-3 anaknya. Beliau sekarang menjabat sebagai ketua RT di lingkungan rumah. Pun dengan Ibu saya, beliau adalah seorang wanita yang
penyayang, penyabar serta gigih. Beliau bekerja sebagai buruh
dengan honor yang tidak seberapa, Dengan kondisi kedua orangtua saya yang
demikian, membuat saya dan kakak-kakak saya mandiri. Tidak ingin membebani Bapak
dan Ibu, Sejak saat itu, kakak-kakak saya berhasil menstimulasi diri saya untuk
hidup mandiri. Saya bangga dengan kakak-kakak saya semasa kuliah, mereka sering
mencuri-curi waktu kosong untuk bekerja partime,
seperti mengajar dan menjadi karyawan freelance.
Ada satu masa,
dimana saya mengalami jatuh yang teramat jatuh ketika saya harus menunda kuliah
1 tahun. Tertundanya saya kuliah bukan karena tidak di terimanya saya di
perguruan tinggi, pun saya sempat di terima di salah satu sekolah kedinasan
yang berada di Yogyakarta. Tetapi, saya terpaksa mundur karena alasan
kesehatan. Ya, saya tidak di izinkan oleh dokter untuk pergi kemana-mana, saya
harus memulihkan penyakit saya yang bisa terbilang serius waktu itu. Saya tidak
pernah sedikitpun menyerah. Keinginan saya untuk memasuki bangku perkuliahan
untuk tahun berikutnya sangat kuat. Selama 1 tahun saya berstatus pengangguran,
saya gunakan waktu dengan sebaik-baiknya, rajin mengerjakan soal-soal try-out,
mengikuti suatu program bimbel gratis yang di selenggarakan pihak UI, bahkan
mengajar private SD juga saya lakukan. Dan benar adanya, “suatu usaha tidak
akan pernah mengkhianati hasil”. Akhirnya, setelah saya sabar menunggu untuk
menjadi seorang mahasiswa, saya resmi menjadi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta
program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini pada bulan Agustus
tahun 2016. Saya berhasil menunjukkan kepada orangtua saya, kakak-kakak saya
bahwa satu dari sekian impian saya berhasil terwujud.
Berlanjut, mengapa
saya memilih program studi PGPAUD? sejak memasuki bangku perkuliahan, impian saya semakin terarah dan
terbentuk. Saya ingin berkecimpung di dunia PAUD dimana nantinya, saya akan
menerapkan sistem parenting untuk orangtua dan berharap persentase berpisahnya
orangtua akan menurun.
Tidak hanya itu
saja, impian saya di dunia PAUD terbilang banyak. Tetapi, untuk menggapai itu
semua tidak cukup hanya bergelut dalam hal akademis, tetapi non akademis juga
harus saya jajaki. Seperti halnya, saya mengikuti salah satu Unit Kegiatan
Mahasiswa tingkat Universitas yang berhubungan dengan jurusan yang saya geluti, salah satu
organisasi sosial bernama Kelompok Sosial Pencinta Anak Universitas Negeri
Jakarta (KSPA UNJ). Di organisasi ini, saya banyak mendapatkan pelajaran yang
sangat berharga, salah satunya saya menjadi pengajar di salah
satu TK Keliling KSPA yang berlokasi di Rawamangun dekat dengan UNJ. Kemudian, saya adalah pengurus yang aktif dalam organisasi ini. Jabatan saya di KSPA UNJ yaitu menjadi biro USDA (Usaha Dana). Salah satu keunggulan KSPA UNJ ini adalah KSPA UNJ bekerjasama dengan pihak PERTAMINA yang sudah berlangsung selama IV jilid dalam pembuatan suatu program. Saya merasa beruntung menjadi bagian dari kerjasama ini pada periode Pertamina Jilid IV. Saya diangkat menjadi tim pendukung dalam suatu program yang bernama "Program Pendirian TK Binaan Sehati" yang berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara, dan InshaAllah saya tetap menjadi bagian Pertamina Jilid V kedepannya. Dengan begitu, saya terbilang satu langkah lebih
maju dibanding teman-teman saya yang hanya menjadi kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang).
Saya terus mengasah kemampuan saya dan terus menggali dalam hal ke PAUD-an di
organisasi ini.
Studi dan
organisasi yang saya jalankan ini nyatanya menjembatani saya untuk lebih dekat
ke dalam mimpi besar saya. Salah satu mimpi besar saya ialah membangun Sekolah
Alam, dimana didalamnya tergaung kalimah rabbani yang tiap hari diucapkan lewat
bibir-bibir mungil para anak-anak. Ya, saya ingin membangun Sekolah Alam
sekaligus rumah Tahfidz Qur'an. Walaupun, anak usia dini pada hakikatnya belum
mampu membaca ayat Al-Qur’an. Namun, anak usia dini berada dalam tahap meniru.
Dia akan meniru apa yang diucapkan gurunya. Dengan program seperti itu, guru
inshaAllah tidak hanya mendapatkan hak berupa gaji di dunia, tetapi yang lebih
indah adalah guru akan mendapatkan banyak pahala jariyah di akhirat kelak.
Saya begitu tertarik dengan hal-hal yang
religiuistik. Saya seorang aktifis dakwah di fakultas yang masih terus
memperbaiki diri, belajar dan terus belajar. Saya juga masuk dalam organisasi
yang bernama Formasi Tarbawi Fakultas Ilmu Pendidikan. Di dalam organisasi ini,
julukan kami adalah pasukan semut, Karena semut memiliki sistem organisasi yang
luar biasa termasuk dalam hal ukhuwah dan solidaritas yang tinggi. Harapan
kedepannya, semoga saya bisa mengambil pelajaran dari semut yaitu menjadi
pribadi yang bertanggung jawab, sabar, bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat
bagi diri sendiri dan oranglain, serta senantiasa bersungguh-sungguh dalam
mencapai tujuan. Agar, satu per-satu mimpi yang sudah saya tulis dapat terwujud. Aamiin ya rabbal’alamin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar