Senin, 09 Oktober 2017

Jangan Takut Redup; Sebab Kita Punya Cahaya

Jangan Takut Redup; Sebab Kita Punya Cahaya

Yulita Kusuma Dewi, sebuah nama yang diberikan oleh orangtua saya kurang lebih 20 tahun yang lalu. Saya sempat bertanya tentang arti dari nama saya sendiri. Lalu orangtua saya memberitahu bahwa Yulita, ialah putrinya yang lahir pada bulan Juli, Kusuma, yang memiliki arti bunga bangsa, dan Dewi yang memiliki makna perempuan yang cantik. Jadi, dapat disimpulkan arti dari nama Yulita Kusuma Dewi adalah seorang perempuan cantik yang lahir pada bulan juli dan kelak akan mengharumkan bangsa. Luar biasa doa yang dititipkan kedua orangtua saya lewat nama ini. Saya lahir di RSUD Marinir Cilandak, tepatnya pada hari Jumat, 11 Juli 1997 dari Rahim seorang ibu yang hangat nan lembut. Sejak lahir, saya tumbuh dan berkembang di daerah yang berada di pinggiran kota Jakarta, Kota Bekasi namanya. Saya merupakan anak bungsu yang dibesarkan oleh keluarga yang sederhana. Ya, saya anak ke-3 dari 3 bersaudara. Bapak saya yang sudah memasuki masa pensiunnya di sebuah perusahaan Swasta, kini masih memiliki semangat untuk terus menafkahi ke-3 anaknya. Beliau sekarang menjabat sebagai ketua RT di lingkungan rumah. Pun dengan Ibu saya, beliau adalah seorang wanita yang penyayang, penyabar serta gigih. Beliau bekerja sebagai buruh dengan honor yang tidak seberapa, Dengan kondisi kedua orangtua saya yang demikian, membuat saya dan kakak-kakak saya mandiri. Tidak ingin membebani Bapak dan Ibu, Sejak saat itu, kakak-kakak saya berhasil menstimulasi diri saya untuk hidup mandiri. Saya bangga dengan kakak-kakak saya semasa kuliah, mereka sering mencuri-curi waktu kosong untuk bekerja partime, seperti mengajar dan menjadi karyawan freelance.
Ada satu masa, dimana saya mengalami jatuh yang teramat jatuh ketika saya harus menunda kuliah 1 tahun. Tertundanya saya kuliah bukan karena tidak di terimanya saya di perguruan tinggi, pun saya sempat di terima di salah satu sekolah kedinasan yang berada di Yogyakarta. Tetapi, saya terpaksa mundur karena alasan kesehatan. Ya, saya tidak di izinkan oleh dokter untuk pergi kemana-mana, saya harus memulihkan penyakit saya yang bisa terbilang serius waktu itu. Saya tidak pernah sedikitpun menyerah. Keinginan saya untuk memasuki bangku perkuliahan untuk tahun berikutnya sangat kuat. Selama 1 tahun saya berstatus pengangguran, saya gunakan waktu dengan sebaik-baiknya, rajin mengerjakan soal-soal try-out, mengikuti suatu program bimbel gratis yang di selenggarakan pihak UI, bahkan mengajar private SD juga saya lakukan. Dan benar adanya, “suatu usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil”. Akhirnya, setelah saya sabar menunggu untuk menjadi seorang mahasiswa, saya resmi menjadi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini pada bulan Agustus tahun 2016. Saya berhasil menunjukkan kepada orangtua saya, kakak-kakak saya bahwa satu dari sekian impian saya berhasil terwujud.
Berlanjut, mengapa saya memilih program studi PGPAUD? sejak memasuki bangku perkuliahan, impian saya semakin terarah dan terbentuk. Saya ingin berkecimpung di dunia PAUD dimana nantinya, saya akan menerapkan sistem parenting untuk orangtua dan berharap persentase berpisahnya orangtua akan menurun.
Tidak hanya itu saja, impian saya di dunia PAUD terbilang banyak. Tetapi, untuk menggapai itu semua tidak cukup hanya bergelut dalam hal akademis, tetapi non akademis juga harus saya jajaki. Seperti halnya, saya mengikuti salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Universitas yang berhubungan dengan jurusan yang saya geluti, salah satu organisasi sosial bernama Kelompok Sosial Pencinta Anak Universitas Negeri Jakarta (KSPA UNJ). Di organisasi ini, saya banyak mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, salah satunya saya menjadi pengajar di salah satu TK Keliling KSPA yang berlokasi di Rawamangun dekat dengan UNJ. Kemudian, saya adalah pengurus yang aktif dalam organisasi ini. Jabatan saya di KSPA UNJ yaitu menjadi biro USDA (Usaha Dana). Salah satu keunggulan KSPA UNJ ini adalah KSPA UNJ bekerjasama dengan pihak PERTAMINA yang sudah berlangsung selama IV jilid dalam pembuatan suatu program. Saya merasa beruntung menjadi bagian dari kerjasama ini pada periode Pertamina Jilid IV. Saya diangkat menjadi tim pendukung dalam suatu program yang bernama "Program Pendirian TK Binaan Sehati" yang berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara, dan InshaAllah saya tetap menjadi bagian Pertamina Jilid V kedepannya. Dengan begitu, saya terbilang satu langkah lebih maju dibanding teman-teman saya yang hanya menjadi kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Saya terus mengasah kemampuan saya dan terus menggali dalam hal ke PAUD-an di organisasi ini.
Studi dan organisasi yang saya jalankan ini nyatanya menjembatani saya untuk lebih dekat ke dalam mimpi besar saya. Salah satu mimpi besar saya ialah membangun Sekolah Alam, dimana didalamnya tergaung kalimah rabbani yang tiap hari diucapkan lewat bibir-bibir mungil para anak-anak. Ya, saya ingin membangun Sekolah Alam sekaligus rumah Tahfidz Qur'an. Walaupun, anak usia dini pada hakikatnya belum mampu membaca ayat Al-Qur’an. Namun, anak usia dini berada dalam tahap meniru. Dia akan meniru apa yang diucapkan gurunya. Dengan program seperti itu, guru inshaAllah tidak hanya mendapatkan hak berupa gaji di dunia, tetapi yang lebih indah adalah guru akan mendapatkan banyak pahala jariyah di akhirat kelak.
 Saya begitu tertarik dengan hal-hal yang religiuistik. Saya seorang aktifis dakwah di fakultas yang masih terus memperbaiki diri, belajar dan terus belajar. Saya juga masuk dalam organisasi yang bernama Formasi Tarbawi Fakultas Ilmu Pendidikan. Di dalam organisasi ini, julukan kami adalah pasukan semut, Karena semut memiliki sistem organisasi yang luar biasa termasuk dalam hal ukhuwah dan solidaritas yang tinggi. Harapan kedepannya, semoga saya bisa mengambil pelajaran dari semut yaitu menjadi pribadi yang bertanggung jawab, sabar, bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan oranglain, serta senantiasa bersungguh-sungguh dalam mencapai tujuan. Agar, satu per-satu mimpi yang sudah saya tulis dapat terwujud. Aamiin ya rabbal’alamin..



Tidak ada komentar: