Berawal dari Anyer..
Ku mengenal jauh sosokmu..
5 tahun lalu..
Saat ombak berderu kencang..
Menyapa tubuh mungilku ini..
Kau, hadir sebagai penyelamat..
Kau, hadir ketika aku membutuhkan bantuan..
Kau, bagai pawang ombak yang handal kala itu..
5 tahun lalu..
Laut, ombak, pasir, karang..
Menjadi saksi bisu perjalanan cerita kita..
Kau sahabatku..
Kala itu..
Sampai pada akhirnya..
kau menghilang..
Lenyap..
Termakan oleh waktu..
5 tahun lalu..
Saat ombak berderu kencang..
Menyapa tubuh mungilku ini..
Kau, hadir sebagai penyelamat..
Kau, hadir ketika aku membutuhkan bantuan..
Kau, bagai pawang ombak yang handal kala itu..
5 tahun lalu..
Laut, ombak, pasir, karang..
Menjadi saksi bisu perjalanan cerita kita..
Kau sahabatku..
Kala itu..
Sampai pada akhirnya..
kau menghilang..
Lenyap..
Termakan oleh waktu..
Hanyut terbawa perasaan..
Semesta,
Izinkan aku menginjakkan kaki kembali ke tempat ini..
Entah sama siapa pun..
Harapku,
ketika aku kembali ke tempat ini..
Kenangan 5 tahun lalu itu berhasil ku lupakan..
Kenangan yang hanya menyisakan luka itu..
Dapat Tergantikan dengan kenangan yang baru
Semoga..
Orang yang pergi bersamaku nanti..
berhasil menciptakan ke-baper-an dalam bentuk lain..
Untuk aku kenang,
selalu..
*Puisi di atas menggambarkan ke-baper-an ku part 1, saat aku dan teman-teman sedang mengadakan perpisahan sekolah di pantai ini. Ku berhasil mendapatkan sahabat baru tetapi sahabat itu hilang termakan oleh waktu. Sakit. 5 tahun lalu. Semoga ketika kelak ku menginjakkan kaki ke tempat ini, aku menemukan sahabat sejati yang tanpa menghilang pergi. berharap suatu saat ada ke-baper-an part 2*
Anyer. 9-11 Maret 2018 :
Maret adalah bulan dimana jawaban atas puisiku berhasil terkabul lewat acara gathering baituzzakah Pertamina ini. Ke-baper-an part 2 yang berhasil tercipta dalam bentuk lain, sudah ku rasakan di hari pertama ketika aku berangkat ke tempat itu.. Aku di pertemukan oleh seorang kakek tua lewat aplikasi ojek online yang mau mengantarkanku pada titik kumpul keberangkatan yaitu Masjid Istiqlal. Waktu ku habis 30 menit untuk menunggu ojek online ini datang. Memang, awalnya aku sempat ingin mengcancelnya. Tetapi, entah kenapa hati ini sangat tidak tenang dan tetap ingin menunggu ojek online ini datang. Aku mencoba berfikir positif dan menguatkan perasaan bahwa aku tetap bisa sampai pada lokasi tepat waktu dan tidak tertinggal bus. Akhirnya, kakek ini datang juga setelah aku menunggunya cukup lama. kakek ini tak hentinya meminta maaf kepadaku karna ia datang terlambat. Dan sepanjang perjalanan kakek ini bercerita tentang anaknya yang baru saja tiada. Aku sangat terenyuh mendengarkan cerita kakek. Ia sangat-sangat mencintai anaknya. Kemudian, kakek juga bertanya kepada ku cukup detil mengenai keberangkatanku ke lokasi. Akupun menjawab bahwa aku ingin menghadiri acara rutin tahunan yang di wajibkan oleh penerima beasiswa Pertamina ke pantai Anyer. Berbicara beasiswa, kakek ini semakin mengingat anaknya. Katanya, anak kakek tidak pernah merepotkan orangtua untuk biaya sekolah. Ia menyamai aku dengan anaknya yang selalu mendapatkan beasiswa pendidikan. Satu pesan kakek yang aku ingat di perjalanan "Nak, jadilah orang yang sukses di kemudian hari. Orangtua mu pasti bangga anaknya mendapatkan beasiswa pendidikan. Karna kamu sama seperti anak kakek." Aku merasa beruntung telah di pertemukan oleh kakek ini lewat apikasi ojek online. Aku selalu ingat pesan kakek dan semoga doa kakek untukku dapat terkabul. Aamiin..
Tepat pada pukul 07.00 WIB aku sampai pada masjid istiqlal. Aku berterimakasih pada kakek dan kemudian aku berlari ke rombongan bus. Aku bersyukur karna aku masih sempat mengikuti sesi foto sebelum perjalanan dan tidak tertinggal bus. Aku kebagian pada bus 2 bersama teman-teman dari berbagai kampus yaitu : UNJ, UI, SEBI, Siliwangi, Telkom, UMN. Di dalam bus, kami sangat antusias untuk berkenalan satu sama lain. Selain itu, para panitia di dalam bus membagikan banyak sekali barang-barang yang bermanfaat yang terdiri dari : Lunch, Jacket boomber maroon, 2 kaos bertuliskan "Gathering Bazma 2018", Seminar kit : 2 notebook, 2 pulpen logo pertamina, payung, 2 gantungan kunci. Betapa banyak rezeki dan ucapan rasa syukur yang Allah berikan pada hari pertama ini...
momen foto keberangkatan di masjid istiqlal...
Setelah tiba di Patra Comfort Anyer, Panitia mempersilahkan kepada peserta untuk berkumpul sesuai pembagian kamar Gathering. Namaku berada pada kamar 06 itu artinya aku satu kamar bersama Kak Siti dari UI, Risna dari UPI, Resmi dari PNJ, dan kak Yuli dari Unindra. 5 kampus berbaur jadi satu. Tak lama kami sudah akrab karena diskusi nama kelompok dan yel-yel. Sayang nama kelompok dan yel-yel tidak jadi ditampilkan, padahal diskusi ini yang membuat kita akrab. Nama kelompok kita yaitu KEJORA. Apatuh KEJORA? KELOMPOK JOMBLO CERIAAAA..... *krikkrikkrik* dan yel-yel kelompok kita mengambil nada dari lagu kesukaan ayah Sukendar yaitu Via Vallen-Jaran Goyang :D
penampakan penghuni kamar 06 ruang 111
Hari pertama di habiskan dengan sesi perkenalan dan juga materi yang dibawakan oleh Bapak Dofa Purnomo tentang Leadership. Hari kedua di habiskan dengan kuliah 24 sks bersama para pembicara hebat yang tidak kalah keren dan bertalenta dari oang-orang dalam Pertamina yang sukses. Tidak sembarangan orang bisa menghadirkan beliau-beliau ini. Aku sangat mengapresiasi pada panitia bazma gathering karena Ilmu yang didapatkan sungguh tidak bisa terbayarkan oleh seorang mahasiswa. Sungguh berbobot, berdaging tanpa tulang seperti yang di katakan oleh MC nan cantik jelita yaitu Milea dan Wati yang sama-sama memperebutkan Dilan yang tak lain ketua paguyuban bazma 2018-2019 dari kampus PTIQ *tsaaaaahhhh
momen foto bersama salah satu pembicara
Malam mingguku bersama kamu, keluarga baruku. Teman-teman dari berbagai kampus dan berbagai daerah. Malam minggu kali mengagendakan kegiatan Night Vaganza bertempat di pesisir pantai. Tiap kampus harus menunjukkan pertunjukkan yang meriah. Kampusku UNJ, menampilkan nyanyian lagu Havana dengan diganti liriknya, selain itu kami menampilkan tarian daerah yang dibawakan oleh kakak kelas ku bernama kak Dwi yang cantik. dikemas dengan celotehan dan pantun yang menggelitik nan modus dari dua jagoan kita dari UNJ yaitu Abdul alias bedul dan Irfan. Pertunjukan kami dari UNJ berhasil memunculkan gelak tawa. Karena kekompakkan kami semua, kami berhasil mendapatkan juara!!!! yuhuuuuu *prokprokprok*
momen foto gladi resik night vaganza
Hari terakhir ku habiskan dengan bermain di pantai, menikmati deburan ombak yang seakan mengingatkanku pada mu sahabatku, 5 tahun lalu. Aku berusaha menikmati kegiatan yang dibawakan oleh panitia tanpa memikirkanmu. sungguh, di lubuk hatiku yang terdalam aku kangen dengan masa-masa kita pertama kali mengenal jauh. Aku di pantai ini, tempat yang sama seperti 5 tahun, berhasil mendapatkan sahabat baru. Sosokmu tak pernah dapat tergantikan.
cekrek by: @innarhm
Seperti kata masgun :
laut tak pernah meninggalkan pantai..
Meski ombak memaksanya untuk menjauh..
pun begitu pula dengan langit...
Langit tak pernah meninggalkan mataharinya..
Meski malam berganti.,.
Seberapa jauh kau pergi..
Meski banyak episode yang dilalui.,
Tak akan pernah aku meninggalkan kau dalam doa..
Doa adalah bahasa terindah yang bisa menjadi pertemuan tanpa bertatap..
*Puisi di atas menggambarkan ke-baper-an ku part 1, saat aku dan teman-teman sedang mengadakan perpisahan sekolah di pantai ini. Ku berhasil mendapatkan sahabat baru tetapi sahabat itu hilang termakan oleh waktu. Sakit. 5 tahun lalu. Semoga ketika kelak ku menginjakkan kaki ke tempat ini, aku menemukan sahabat sejati yang tanpa menghilang pergi. berharap suatu saat ada ke-baper-an part 2*
Maret adalah bulan dimana jawaban atas puisiku berhasil terkabul lewat acara gathering baituzzakah Pertamina ini. Ke-baper-an part 2 yang berhasil tercipta dalam bentuk lain, sudah ku rasakan di hari pertama ketika aku berangkat ke tempat itu.. Aku di pertemukan oleh seorang kakek tua lewat aplikasi ojek online yang mau mengantarkanku pada titik kumpul keberangkatan yaitu Masjid Istiqlal. Waktu ku habis 30 menit untuk menunggu ojek online ini datang. Memang, awalnya aku sempat ingin mengcancelnya. Tetapi, entah kenapa hati ini sangat tidak tenang dan tetap ingin menunggu ojek online ini datang. Aku mencoba berfikir positif dan menguatkan perasaan bahwa aku tetap bisa sampai pada lokasi tepat waktu dan tidak tertinggal bus. Akhirnya, kakek ini datang juga setelah aku menunggunya cukup lama. kakek ini tak hentinya meminta maaf kepadaku karna ia datang terlambat. Dan sepanjang perjalanan kakek ini bercerita tentang anaknya yang baru saja tiada. Aku sangat terenyuh mendengarkan cerita kakek. Ia sangat-sangat mencintai anaknya. Kemudian, kakek juga bertanya kepada ku cukup detil mengenai keberangkatanku ke lokasi. Akupun menjawab bahwa aku ingin menghadiri acara rutin tahunan yang di wajibkan oleh penerima beasiswa Pertamina ke pantai Anyer. Berbicara beasiswa, kakek ini semakin mengingat anaknya. Katanya, anak kakek tidak pernah merepotkan orangtua untuk biaya sekolah. Ia menyamai aku dengan anaknya yang selalu mendapatkan beasiswa pendidikan. Satu pesan kakek yang aku ingat di perjalanan "Nak, jadilah orang yang sukses di kemudian hari. Orangtua mu pasti bangga anaknya mendapatkan beasiswa pendidikan. Karna kamu sama seperti anak kakek." Aku merasa beruntung telah di pertemukan oleh kakek ini lewat apikasi ojek online. Aku selalu ingat pesan kakek dan semoga doa kakek untukku dapat terkabul. Aamiin..
penampakan penghuni kamar 06 ruang 111
Hari pertama di habiskan dengan sesi perkenalan dan juga materi yang dibawakan oleh Bapak Dofa Purnomo tentang Leadership. Hari kedua di habiskan dengan kuliah 24 sks bersama para pembicara hebat yang tidak kalah keren dan bertalenta dari oang-orang dalam Pertamina yang sukses. Tidak sembarangan orang bisa menghadirkan beliau-beliau ini. Aku sangat mengapresiasi pada panitia bazma gathering karena Ilmu yang didapatkan sungguh tidak bisa terbayarkan oleh seorang mahasiswa. Sungguh berbobot, berdaging tanpa tulang seperti yang di katakan oleh MC nan cantik jelita yaitu Milea dan Wati yang sama-sama memperebutkan Dilan yang tak lain ketua paguyuban bazma 2018-2019 dari kampus PTIQ *tsaaaaahhhh
Malam mingguku bersama kamu, keluarga baruku. Teman-teman dari berbagai kampus dan berbagai daerah. Malam minggu kali mengagendakan kegiatan Night Vaganza bertempat di pesisir pantai. Tiap kampus harus menunjukkan pertunjukkan yang meriah. Kampusku UNJ, menampilkan nyanyian lagu Havana dengan diganti liriknya, selain itu kami menampilkan tarian daerah yang dibawakan oleh kakak kelas ku bernama kak Dwi yang cantik. dikemas dengan celotehan dan pantun yang menggelitik nan modus dari dua jagoan kita dari UNJ yaitu Abdul alias bedul dan Irfan. Pertunjukan kami dari UNJ berhasil memunculkan gelak tawa. Karena kekompakkan kami semua, kami berhasil mendapatkan juara!!!! yuhuuuuu *prokprokprok*
momen foto gladi resik night vaganza
Hari terakhir ku habiskan dengan bermain di pantai, menikmati deburan ombak yang seakan mengingatkanku pada mu sahabatku, 5 tahun lalu. Aku berusaha menikmati kegiatan yang dibawakan oleh panitia tanpa memikirkanmu. sungguh, di lubuk hatiku yang terdalam aku kangen dengan masa-masa kita pertama kali mengenal jauh. Aku di pantai ini, tempat yang sama seperti 5 tahun, berhasil mendapatkan sahabat baru. Sosokmu tak pernah dapat tergantikan.
cekrek by: @innarhm
Seperti kata masgun :
laut tak pernah meninggalkan pantai..
Meski ombak memaksanya untuk menjauh..
pun begitu pula dengan langit...
Langit tak pernah meninggalkan mataharinya..
Meski malam berganti.,.
Seberapa jauh kau pergi..
Meski banyak episode yang dilalui.,
Tak akan pernah aku meninggalkan kau dalam doa..
Doa adalah bahasa terindah yang bisa menjadi pertemuan tanpa bertatap..





Tidak ada komentar:
Posting Komentar